WhatsApp Hapus Biaya Langganan, Kini Bebas Dinikmati Secara Gratis

WhatsApp Hapus Biaya Langganan, Kini Bebas Dinikmati Secara Gratis

Sebuah kabar baik datang untuk Anda para pengguna media sosial WhatsApp. Aplikasi Messanger yang kini berada di bawah naungan Facebook ini baru saja mengumumkan keputusan mereka untuk menghapus biya langganan kepada para pelanggannya. Hal ini diumumkan oleh WhatsApp melalui blog pribadinya.

Sebelumnya, WhatsApp mendapat penghasilan dari biaya langganan dari setiap pengguna yang telah melewati masa 1 tahun pertama. Karena khusus untuk tahun pertama, biaya WhatsApp ini digratiskan. Tujuannya mungkin untuk meraih dan mendapat lebih banyak pengguna.

Namun demikian, hanya tahun pertama saja yang ramai, tahun berikutnya pelangganpun menyusut seiring datangnya kewajiban untuk membayar ‘ongkos’ langganan. Terutama di wilayah seperti Indonesia, yang diakui atau tidak merupakan pasar berkembang dimana konten gratis lebih diutamakan.

Terlebih di sejumlah pasar lain juga masih sedikit konsumen yang memiliki kartu kredit dan debit untuk melakukan pembayaran, sehingga meski telah diuduh ileh lebih dari 1 Miliar pengguna, pelanggan tetap WhatsApp masih dan selalu yang itu-itu saja.

Tampaknya hal inilah yang mendasari keinginan perusahaan untuk mengganti strategi bisnisnya. Dengan menghapuskan biaya langganan, diganti dengan pesan berbayar atau pesan bersponsor alias iklan.

Namun tenang dulu, Zuckerberg selaku pemilik WhatsApp saat ini tidak mau melanggar janji begitu saja. Iklan yang dimaksud bukanlah iklan seperti yang kita temukan di Facebook. Melainkan iklan dalam bentuk pesan, atau lebih tepatnya pesan bersponsor. Seperti dari perusahaan kartu kredit atau bank yang akan memberi pesan ke akun WhatsApp Anda ketika tercium adanya transaksi mencurigakan, atau dari maskapai penerbangan jika terjadi masalah dengan pemesanan tiket atau penerbangan dibatalkan, dan sebagainya.

WhatsApp sendiri digagas dan didirikan oleh Jan Koum, dan pada tahun 2014 lalu diakuisisi oleh Facebook dengan mahar mencapai 2,2 Miliar dolar. Saat itu, pelanggan WhatsApp yang mmebenci iklan sempat khawatir jika Zuckerberg akan menyulap aplikasi kesayangan mereka ini jadi ladang iklan semacam Facebook. Namun karena sang CEO Facebook tersebut berani berjanji, kemarahan dan kecemasan penggunapun berkurang dan mulai mereda.

Leave a Reply